Sunday, November 8, 2015

BIOGRAFI SIMON BOLIVAR


Simon Bolivar lahir dibenua Amerika, bagian Selatan. Ia keturunan para kolonialis Eropa. Tanah benua Amerika pertama kali didatangi bangsa Indian yang berasal dari Asia dan menyeberangi selat bering dan beranak pinak menjadi suku-suku penghuni benua Amerika. Kemudian para kolonis dari Kesultanan Mali, bangsa Viking, dan yang menjadi berita penting perjalanan Amerigo Verpucci ke dunia baru dengan emas yang melimpah.

Tanah kaya penuh emas menjadi daya tarik bangsa-bangsa Eropa ke benua Amerika, apalagi ketika konflik antara penganut Katolik dengan Protestan menjadi permusuhan yang mematikan, maka, berpetualang kedunia baru menjadi harapan untuk mengubah nasib dan keselamatan.

Bangsa Inggris,  Perancis , Jerman Belanda , Spanyol dan Portugis berusaha migrasi ke benua Amerika dan membentuk koloni-koloni. Inggris dan Perancis memantapkan diri di kawasan Amerika Utara, sementara, Spanyol dan Portugis menancapkan kolonialismenya dibelahan Amerika latin.

Venezuela dikuasai Spanyol, Brazil di kuasai Portugis, Bolivia oleh Spanyol.  Kekuasaan Spanyol sangat kuat di Amerika latin termasuk di Venezuela.  Sistem feodalisme menancapkan lebih kuat kolonialisme Spanyol di Venezuela. Feodalisme yang mengabdi pada kolonialisme Spanyol mencengkeram kuat rakyat Venezuela.  Sehingga, kemiskinan dikalangan rakyat , terutama ketrunan Indian menjadi pemandangan dimana-mana.

Kemiskinan, diskriminasi, feodalisme dan kolonialisme menjadi musuh rakyat Venezuela.  Karena itu, ketika gelombang revolusi Amerika yang berhasil menghancurkan kolonialisme Inggris di Amerika Utara, maka, pengaruh gelombang itupun sampai ke Venezuela dan Negara-negara Amerika Latinnya, sehingga muncul gerakan revolusioner untuk merdeka dan menghancurkan kolonialisme, feodalisme dan diskriminasi oleh penjajah Spanyol.

Doktrin Amerika untuk Amerika dan setiap bangsa berhak menentukan nasibnya sendiri , serta masuknya faham liberalism, demokrasi, nasionalisme, menjadi obat kuat yang mendorong lahirnya perjuangan bangsa Venezuela dan Amerika latin lainnya untuk menentang kolonialisme Spanyol.
SimonBolivar yang lahir di kota Caracas tahun 1783, dan berasal dari keluarga aristokrat keturunan Spanyol. Namun pengalaman hidup sebagai anak  yatim sejak usia 9 tahun, memberinya perspektif baru dalam melihat nasib bangsanya. Dan makin kritis ketika usianya memasuki masa dewasa  oleh ide-ide kaum pembaharu Perancis seperti John Locke dengan trias politikanya, Rousseau dengan kontrak sosialnya, Voltaire dengan karya sastra kritisnya serta  Montesqueu dengan pemerintahan demokrasi rakyatnya. Pengalaman masa remaja, berkelana ke beberapa negeri Eropa membuatnya ingin membebaskan tanah airnya bebas dari penindasan kolonialisme Spanyol, dan membentuk Negara merdeka seperti yang dicita-citakan rakyat Venezuela..

Sebagai pemimpin perjuangan, Simon Bolivar juga memimpin pasukan untuk memerangi imperialism dan kolonialisme Spanyo yang sangat kuat di Venezuela.  Karena itu, dengan menggabungkan para pejuang Bolivia, Ekuador, Venezuela , pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Spanyol dalam perang di Boyaka 17 1gustus 1819.

Tahun 1921 iapun berhasil mendirikan Negara Venezuela, tetapi gagal membentuk negara Columbia Raya ,sebuah Negara federasi seperti Amerika Serikat, karena konflik kepentingan diantara Negara-negara anggotanya.  Tetapi, orang Amerika latin tahu, SimonBolivar adalah pembebas Peru, Venezuela, Ecuador dan Kolombia dari penjajahan Spanyol.

Sumber :

1.      Giliian Denton dkk.  Sejarah Dunia. Jakarta: Erlangga, 2008.  Terjemahan

Thursday, November 5, 2015

Haji Samanhudi: Pendiri Syarekat Islam

Haji Samanhudi lahir di Laweyan, Solo 1868, tidak lulus sekolah dasar tetapi memperdalam agama Islam di pesantren di Surabaya.  Sambil belajar agama ia berjualan batik solo.
Pengalaman berdagang batik membuatnya kritis terhadap nasib para pedagang batik pribumi, yang kemudian membuatnya mempelajari permasalahan produski batik dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga pemasarannya dan dari wawasannya berkomunikasi dengan pedagang dan produser batik solo ia melihat praktek bisnis yang tidak jujur dan sangat merugikan orang-orang  dan  pengusaha maupun pedagang batik pribumi Islam.(http://sejarahcikampek2.blogspot.co.id)
Politik ekonomi pemerintah colonial Belanda yang mengharuskan sector impor ekspor dikelola oleh orang Belanda, sementara distributor dan keagenan diberikan ke[pada orang – orang keturunan China, telah mempersempit peluang bisnis kaum pribumi, khususnya di Industri batik dan pemasarannya.
Ketidakadilan yang terbentuk karena system ekonomi colonial Belanda inilah yang dilawan oleh H. Samanhudi dengan cara mengorganisir semua capital, sumberdaya dan kekuatran politik ummat Islam untuk melawan ketidakadilan sistematis yang diterapkan pemerintah colonial Belanda dan para pendukungnya, melalui pendirian Syarekat Dagang Islam.