Friday, September 2, 2016

Ir. Soekarno

Ir. Sukarno lahir 6 Juni 1901, di Surabaya. Jawa Timur.  Waktu lahir oleh ayahnya ia diberi nama Koesno Sosrodihardjo.  Ia putra dari Raden Soekemi Sosrodihardjo seorang guru SD di Singaraja Bali dan ibunya adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang keturunan bangsawan Bali. Penggunaan nama Soekarno terjadi setelah ia sering sakit-sakitan dengan maksud agar Soekarno tumbuh sehat dan besar.  Karena arti kata su dalam bahasa Jawa berarti baik.
Ia tinggal dirumah kakeknya ,Raden Hardjokromo di Tulung agung dan  Ia bersekolah pertama kali di Tulung Agung , tetapi ketika ayahnya pindah ke Mojokerto, iapun mengikuti orangtuanya yang ditugaskan di kota tersebut dan bersekolah  Di Mojokerto.  Ia oleh ayahnya ke Eerste Inlandse School, sekolah tempat ayahnya bekerja.
Kemudian pada Juni 1911 Soekarno disekolahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS).  Pada tahun 1915, Soekarno telah menyelesaikan pendidikannya di ELS dan berhasil melanjutkan ke HBS di Surabaya, Jawa Timur.
Di Surabaya ia tinggal dirumah Tjokroaminoto . Tjokroaminoto merupakan seorang tokoh muda dan pemimpin  Syarekat IslamSoekarno. Kepandaian Tjokroaminoto menjadi inspirasi bagi Soekarno untuk tumbuh menjadi pemimpin hebat.  Rumah Tjokroaminoto menjadi tempat diskusi  para pemimpin Sarekat Islam, seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, dan Abdul Muis.
Berbeda dengan Tjokroaminoto yang sangat islami, Soekarno lebih memilih  aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Dharmo yang kemudian ia ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Selain itu, Soekarno juga aktif menulis di harian "Oetoesan Hindia" yang dipimpin oleh Tjokroaminoto.
Tamat HBS Soerabaja bulan Juli 1921, Soekarno melanjutkan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) di Bandung dengan mengambil jurusan teknik sipil pada tahun 1921, keasyikan berorganisasi membuatnya dua bulan  meninggalkan kuliah, tetapi pada tahun 1922 mendaftar kembali dan tamat pada tahun 1926. Soekarno dinyatakan lulus ujian insinyur pada tanggal 25 Mei 1926 dan pada Dies Natalis ke-6 TH Bandung tanggal 3 Juli 1926 dia diwisuda bersama delapan belas insinyur lainnya. Dari 18 insinyur muda, 4 diantaranya orang pribumi yaitu Soekarno, Anwari,  Soetedjo , dan Johannes Alexander Henricus Ondang.
Saat di Bandung, Soekarno aktif dalam kegiatan politik kaum pergerakan. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Kemudian ia mendirikan Partai Nasional Indonesia.   Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada tanggal 29 Desember 1929 di Yogyakarta dan esoknya dipindahkan ke Bandung, untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy. Pada tahun 1930 ia dipindahkan ke penjara Sukamiskin  dari penjara Banceuy.
PNI pecah setelah tekanan kuat dari pemerintah colonial Belanda, Soekarno dan beberapa tokoh PNI lainnya dipenjara Pada bulan Juli 1932Soekarno kemudian  bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores.  Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan pendudukan Jepang berusaha memanfaatkan tokoh-tokoh Indonesia seperti Soekarno, Mohammad Hatta, KH Hasyim Asy’ari, KH Mas Mansyur dan lain-lain untuk duduk dalam Pusat Tenaga Rakyat.
Dan akhirnya tokoh-tokoh nasional tersebut mau bekerja sama dengan pemerintah pendudukan Jepang  sebagai taktik untuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk kemerdekaan Indonesia. Karena lebih mudah mempengaruhi Jepang bila lebih dekat dengan Jepang dari melawan Jepang yang berakibat dipenjara dan tak bisa mempersiapkan kebutuhan untuk Indonesia merdeka.
PresidenSoekarno sendiri, saat pidato pembukaan menjelang pembacaan teks proklamasi kemerdekaan, mengatakan bahwa meski sebenarnya kita bekerja sama dengan Jepang sebenarnya kita percaya dan yakin serta mengandalkan kekuatan sendiri.
Wujud kemudahan dari bekerjasama dengan Jepang ia bisa mendorong terbentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia , yaitu merumuskan Pancasila, UUD 1945, system pertahanan Indonesia merdeka, system ekonomi bila Indonesia merdeka.
Namun keterlibatannya dalam badan-badan organisasi bentukan Jepang membuat Soekarno dituduh oleh Belanda bekerja sama dengan Jepang, antara lain dalam kasus romusha.



No comments:

Post a Comment