Friday, September 25, 2015

Mr. KASMAN SINGODIMEDJO

Kasman Singodimedjo

Lahir di Poerworedjo, Jawa Tengah 25 Pebruari 1904, Kasman Singodimedjo merupakan sosok pribadi yang senang membaca buku-buku agama, ilmu hukum ketatanegaraan dan ilmu umum lainnya.  Ia banyak membaca berbagai buku yang dibawa oleh teman-temannya dari luar negeri.
Kerajinannya dalam membaca buku membuatnya memiliki wawasan luas , keluasan wawasannya ini membuat dia tak kehabisan kata dan ide , yang  membuatnya betah berlama-lama dalam berpidato, ia sangat lancar berpidato dengan logika berfikir yang tajam dan kritis.
Dalam era pergerakan nasional, Kasman Singodimedjo aktif dalam organisasi Jong Islamieten Bond, organisasi pecahan Budi Utomo, karena anggota  Budi Utomo yang lain, yang sekuler,  menolak adanya ceramah keislaman dan kegiatan pengajian. Ia juga aktif dalam Nederland Indische Patvinder ( Pramuka ) dan kemudian mendirikan Nationaal Indische Patvinders.
Disamping aktif dalam kegiatan kepramukaan, ia banyak agama Islam dari Syech Ahmad Surkati, pemimpin Madrasah Al Irsyad Al Islami.  Setelah keluar dari Jong Islamieten Bond ia aktif di Muhammadiyah.  Keaktifannya dalam Muhammadiyah membbuatnya mempeleopori Kongres Umat Islam di Surabaya 1937, dan memprakarsai  MIAI.
Tahun 1938, Ia mendirikan Partai Islam Indonesia di Surakarta bersama KH Mas Mansyur, Soekiman, Farid Ma,ruf, dan Wiwoho Purbohadijoyo.<a href=http://www.sejarahcikampek2.blogspot.com>pindah</a>.
Sejarah pahit dialami Kasman Singodimedjo, saat ia ditangkap polisi Intelejen Belanda ( PID ), karena kalimat “ Untuk Indonesia merdeka “ pada Mukhtamar Muhammadiyah mei 1940.  Polisi Belanda menunduhnya dengan tuduhan Subversif ( menggulingkan pemerintahan ).
Pada zaman Jepang, ia menjadi peletak dasar terbentuknya PETA ( pembela Tanah Air ) dan oleh Jepang, ia di angkat sebagai komandan PETA Jakarta.  Dengan pangkat “ Komandan PETA “ ia mendapat informasi langsung dari Komandan  Militer Tetrtinggi Jepang Jawa-Madura, Mabuchi, bahwa Jepang sudah menyerah dan tentara PETA harus dilucuti.  Tetapi, setelah sampai di Hotel, ia mengumpulkan para komandan PETA untuk tidak menyerahkan senjata bagi kelangsungan perjuangan bangsa Indonesia kedepan.
Namun, ia kemudian ditangkap oleh Mabuchi dengan tuduhan mengadakan rapat gelap dan merancang penculikan Soekarno.  Tetapi ia kemudian dibebaskan.  Ia kemudian menjadi komandan pengamanan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan rapat raksasa rakyat Jakarta dilapangan IKADA.

Setelah Badan Penyelidik  Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibubarkan karena tugasnya telah selesai, ia diangkat menjadi anggota PPKI .  Setelah prokalamasi, ia juga diangkat menjadi  ketua KNIP 29 Agustus 1945. 
Posisinya sebagai anggota KNIP  memudahkannya berkomunikasi dengan  Presiden Soekarno . Setelah Ir Soiekarno diangkat menjadi Presiden, ia mengusulkan dibentuknya organisasi ketentaraan Indonesia dengan kekuatan inti 80.000 pasukan PETA, didukung eksponen perorangan eks HEIHO dan eks KNIL  sebanyak 400.000 tenaga.  Ia juga diangkat sebagai ketua BKR pusat.
Tanggal 6 Nopember 1945 ia diangkat menjadi Jaksa Agung menggantikan  Gatot Tarunamiharja.  Ia menata sistem kerja lembaga Kejaksaan dengan menginstruksikan semua perkara harus diselesaikan secapatnya.  Selesai menjadi Jaksa Agung ia aktif di partai Masyumi  dan mendorong agar sistem nilai Islam menjadi dasar negara Indonesia .



No comments:

Post a Comment