Thursday, March 12, 2015

Drs. Mohammad Hatta

Drs. Mohammad Hatta Drs. Mohammad Hatta sanga dikenal sebagai prokalamtor kemerdekaan Republik Indonesia. Padahal, disamping sebagai proklamator ia juga wakil Presiden Indonesia pertama. Ia juga perancang system ekonomi koperasi dalam sidang – sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Drs. Mohammad Hatta, lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat tanggal 12 agustus 1912, dengan nama asli Muhammad Athar. Ia Keturunan ulama Minangkabau.` Pendidikannya di awali di Sekolah Melayu Fort De Kock dari 1913 – 1916; kemudian melanjutkan ke Europeesce lagere school di Padang. Setelah tamat ELS Pendidikannya dilanjutkan ke Hogere Burger School di Batavia. Dan melanjutkan ke sekolah MULO di Bandung tamat tahun 1919. Tamat dari MULO di Bandung, ia ke Jakarta dan melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School dan tamat 1921, lalu pendidikannya dilanjutkan lagi di Rotterdam belajar ilmu bisnis di Netherland Handelshogeschool hingga tamat. Hatta mulai tertarik ke dalam kehidupan politik sejak usia 15 tahun dengan menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond cabang padang. Hatta juga banyak belajar politik dari sastrawan M Muis. Ketika di Jakarta ia juga aktif diJong Sumatranen Bond Pusat.<a href=http://www.sejarahcikampek2.blogspot.com>pindah</a>.
 Dinegeri Belanda, Drs. Mohammad Hatta aktif di Perhimpunan Indonesia. Selama di Belanda ia memiliki teman diskusi politik yaitu Suwardi Surjaningrat, Edward Douwwes Dekker dan Tjiptomangunkusumo. Disamping bergabung dengan organisasi – organisasi perjuangan Indonesia, Drs. Mohammad Hatta juga aktif dalam Liga menentang imperialism dan kolonialisme, yang memungkinkannya bertemu dengan para tokoh pergerakan internasional, seperti Jawaharlal Nehru. Setelah kembali dari negeri Belanda tahun 1932, Ia mendirikan Partai Nasional Indonesia Pendidikan di Yogyakarta dengan Sutan Sjahrir, Burhanudin Harahap dan lain-lain, tetapi, karena tujuannya Indonesia merdeka dan Belanda sangat takut dengan pemberontakan rakyat Indonesia, membubarkan partai PNI pendidikan dan membuang para pemimpinnya ke Bovendigul baru bebas tahun 1942 menjelang kedatangan Jepang.
Ketika Jepang masuk ke Indonesia dan membutuhkan dukungan tokoh Indonesia yang paling berpengaruh IR Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta untuk duduk didalam Pusat Tenaga Rakyat, setelah gagalnya gerakan Tiga A. Posisi istimewa yang diberikan Jepang dimanfaatkan kedua tokoh nasional untuk diam-diam membangun persiapan kemerdekaan Indonesia. Drs. Mohammad Hatta dan Ir Soekarno tak mau digunakan Jepang, tetapi mereka ingin semua fasilitas yang disediakan Jepang bisa digunakan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Drs. Mohammad Hatta menyetujui pendirian Majlis Islam A’la Indonesia ( MIAI ) dan menyetujui para pemuda Indonesia masuk dalam kemeliteran tentara Jepang, sebagai persiapan angkatan perang bila Indonesia merdeka. Kuatnya pengaruh Drs. Mohammad Hatta dan Ir. Soekarno terlihat menjelang proklamasi, dimana semua tokoh politik senior maupun para pemuda menunggu keputusan dan langkah politik yang diambil keduanya, bahkan harus membawa mereka Rengasdengklok untuk meyakinkan perlunya secepatnya proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Dalam situasi genting, Ir Soekarno maupun Hatta memperlihatkan keteguhan mematuhi janji dengan Jepang dan disisi lain mempertimbangkan yang terburuk bila Jepang marah karena adanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

No comments:

Post a Comment