Wednesday, March 18, 2015

HAMKA : Ulama Jenius

HAMKA : Ulama Jenius

Sangat popular dipanggil Hamka, nama aslinya Abdul Malik. Ulama terkenal dan sangat popular sejak masa perjuangan hingga decade 1970an.  Ia ahli sejarah, seorang pujangga,mubaligh, cendikiawan. Lahir di Sungai batang, Maninjau 17 Pebruari 1908.  Ayahnya ulama besar Minangkabau H. Abdul Karim Amrullah alias Haji Rasul bin Syaikh Muhammad Amrullah, ibunya Siti Shafiyah Binti Gelanggang.
Sejak usia 6 tahun belajar mengaji Alquran pada ayahnya yang seorang ulama.  Setahun kemudian HAMKA  masuk sekolah desa.  Tahun ke 3 ia masuk sekolah diniyah yang didirikan Syaikh Zaenudin labia al Yunusi.  Jadwalnya pagi hari bersekolah disekolah desa, siang hingga sore disekolah diniyah, malam hari mengaji pada ayahnya. Tetapi, setelah ayahnya mendirikan Thawalib school, ia berhenti disekolah desa dan bersekolah disekolah yang didirikan ayahnya.
Tahun 1924, saatnya 16 tahun, HAMKA merantau ke Jawa, ke Yogyakarta.  Ia belajar disekolah Muhammadiyah, ia belajar ke Ki Bagus hadikusumo, tangan kanan KH Ahmad Dahlan. Ia juga belajar dari HOS Tjokroaminoto.  Di Yogyakarta ia aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, politik maupun kegiatan keagamaan.
Kecerdasannya membuat HAMKA mudah menangkap ilmu pengetahuan yang dibacanya, sehingga ia bertransformasi  menjadi penceramah  cerdas.  Dan ketika ia berusia 17 tahun, ia pulang ke Minangkabau dan menjadi  penceramah.  Tetapi, pemahaman ilmu agama Islam yang belum mendalam mendorongnya pergi ke Mekkah dan mempelajari Islam dari  sumbernya, sambil melaksanakan ibadah Haji.
Sebagai seorang pembelajar, HAMKA  banyak menuliskan hasil belajar agama islamnya kedalam tulisan.  Ia menulis artikel dimuat Koran harian Pelita Andalas, Bintang Islam, Seruan Islam, dan Suara Muhammadiyah, menulis buku berjudul Arkanul Islam, Laila Majnun, Falsafat Hidup, Lembaga Hidup,   serta sebuah novel dengan judul “ si Sabariah “, Tenggelamnya kapal Van Der wijk  Dll.Pulang  belajar dan Haji dari Mekah, ia menikah dengan Siti Raham. Ia aktif jadi pengurus Muhammadiyah dan menjadi Tabligh school. Tahun 1946  Ia menjadi ketua Muhammadiyah Padang Panjang.<a href=http://www.sejarahcikampek2.blogspot.com>pindah</a>.

Tanggal 18 Desember 1949 Hamka pindah ke Jakarta dan ia tetap menjadi  seorang ulama  dan banyak memberikan ceramah , teruatama di RRI dan TVRI di Jakarta.  Proses belajarnya yang tidak berhenti membuatnya mampu menyusun tafsir Al Qu’an yang membuatnya dianugerahi gelar Honoris Causa oleh Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Dizaman demokrasi terpimpin, dimana kehidupan plitik diwarnai oleh opini PKI, HAMKA yang seorang pembela Islam dianggap ancaman bagi cita-cita PKI mendirikan Negara komunis dan jalannya revolusi.  27 Januari 1962, Hamka difitnah  dengan tuduhan akan merencanakan pembunuhan  terhadap presiden Soekarno.  Sehingga, ia ditangkap dan dipenjarakan. Ia bebas di awal pemerintahan Orde Baru.<a href=http://www.sejarahcikampek2.blogspot.com>pindah</a>.
Tanggal 21 Juli 1975 ia diangkat menjadi ketua MUI.  Sebagai ketua MUI ia berperan lebih banyak lagi untuk kemajuan ummat Islam baik didalam negeri maupun diluar negeri. Usia tua , banyak kegiatan, membuatnya lelah, ia masuk rumah sakit karena serangan jantung dan tanggal  24 Juli 1981, iapun kembali ke penciptaNya, Allah swt.
Sumber: Abdul Roshad shiddiq.  HAMKA. Jakarta: Cita Putra Bangsa. 2001.


No comments:

Post a Comment